ORANG KONGSIKAN CINTANYA

Ok . Aku cakap pada post yang sebelumni yang aku nak fokus pada pelajaran . Aku nak abaikan dulu kisah cinta lelain. Tapi tu tak bermaksud aku tolak jugak cinta Allah . Sekarang dan seterusnya aku akan kekal mengharap cinta iklas dari Allah kerana pada aku hanya cintaNya yang kekal untuk aku . CintaNya takkan mati biar pun aku dah mati .

pernah dulu kak Dinda cakap : hidup tanpa cinta manusia , kau akan boleh je hidup bahagia ,tapi kalau hidup tanpa cinta  dari Allah , lari mana pun ,takkan jumpa bahagia tu walau seinci . So kat bawah ni aku sertakan perkongsian untuk aku cuba mendapatkan cinta dari Allah . Aku tak nak mintak lain ,hanya kasih sayang dari Pencipta jasad aku ni .

10 JALAN UNTUK MENGGAPAI CINTA ILAHI.

Cinta dapat ditafsirkan sebagai ketaatan, kerana ketaatan itu timbul setelah adanya cinta dan merupakan buah dari rasa cinta?

Cinta dalam kehidupan harus lebih dahulu ada, setelah itu akan lahir ketaatan terhadap yang ia cintai. Tanpa rasa cinta tidak akan lahir ketaatan. Jadi ketaatan itu lahir kerana adanya rasa cinta.

Dalil yang menunjukkan adanya cinta  kepada Allah SWT adalah.

firman Allah SWT dalam  Surah At-Taubah, ayat 24:

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ


Ertinya:
Katakanlah: “Jika orang tua, anak, saudara, pasangan, keluarga, harta yang kalian peroleh, perniagaan yang kalian takutkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kalian senangi, lebih kalian cintai daripada Allah, Rasul-Nya, serta jihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan perintahnya. Dan Allah tidak memberi hidayah kepada kaum yang fasik.”(QS. At-Taubah : 24).

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Maidah, ayat 54:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ ٌ

Ertinya:
"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya". (QS Al-Maidah : 54)

Juga firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah, ayat 165:

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ِ

Ertinya:
"Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS Al-Baqarah : 165).

Ayat-ayat tersebut merupakan dalil tentang adanya konsep cinta Allah

Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud :

"Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sebelum Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada yang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bagaimanakah Mencintai Allah..?
Mencintai Allah adalah patuh dan tunduk, mengagungkan, memuliakan, takut dan mengharapkan.

Termasuk cinta kepada Allah adalah:

A. Mencintai tempat-tempat yang dicintai Allah SET,

seperti: Makkah, Madinah dan masjid-masjid pada umumnya.

B. Mencintai waktu-waktu yang dicintai Allah SWT.
seperti: Bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah, penghujung malam dan lain-lain.

C. Mencintai orang-orang yang dicintai Allah.
seperti: Para nabi dan rasul, para malaikat, shiddiqin, syuhada dan shalihin para ulama.

D. Mencintai perbuatan-perbuatan yang dicintai Allah,
seperti: Shalat, zakat, shaum (puasa), haji,

E. Mencintai ucapan-ucapan yang dicintai Allah  SWT.
seperti: Dzikir, membaca Al-Qur’an dan lain-lain.

F. Termasuk cinta kepada Allah SWT adalah mendahulukan apa yang dicintai Allah daripada kesenangan, syahwat dan keinginan diri sendiri.

G. Termasuk cinta kepada Allah SWT adalah membenci apa dan siapa yang dibenci Allah SWT.

Adapun Resepi untuk Menggapai Cinta Allah SWT.
Dalam kitab "Madarijus Salikin" karya Al-Imam Al-‘Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah ada di 10 perkara:

1. Membaca Al-Qur’an dengan tadabbur dan memahaminya maknan
ya dengan baik.

2. Mendekatkan diri kepada Allah SWT  dengan mengerjakan ibadah sunnah setelah menunaikan ibadah wajib.

3. Selalu dzikirullah (mengingat dan berdzikir kepada Allah SWT ) dengan hati, lisan dan perbuatan.

4. Mengutamakan kehendak Allah SWT di saat bertentangan dengan kehendak hawa nafsu sendiri.

5. Menanamkan dalam hati nama-nama dan sifat-sifat Allah SWT serta memahami maknanya.

6. Memperhatikan kebaikan, karunia dan berbagai nikmat Allah SWT kepada kita yang zahir dan batin.

7. Menundukkan hati dan diri secara total ke hadirat Allah SWT serta merasa hina di hadapan-Nya.

8. Menyendiri untuk beribadah kepada Allah SWT, bermunajat dan membaca firman-Nya serta khusyu’ sepenuh hati dengan adab seorang hamba di sepertiga malam terakhir kemudian ditutup dengan istighfar.

9. Bergaul dan berkumpul bersama orang-orang yang cinta Allah dan jujur dalam cintanya, mengambil hikmah dan ilmu dari mereka.

10. Menjauhkan semua sebab yang dapat memisahkan hati kita dengan Allah SWT.

YA Allah,
Hamba Mohon Kepada-Mu Cinta-Mu,
Cinta Siapa Sahaja Yang MenCintai-Mu
Cinta Apa Sahaja Yang Mendekatkan Hamba Kepada Cinta-Mu.

YA Allah.
Jadikanlah Semua Cinta Hamba Hanya Untuk-Mu,
Semua Usaha Hamba Hanya Untuk Meraih Ridha-Mu,
Karena Cinta-Mu Adalah Suci, Sejati Dan Abadi..

YA Allah.
Hidupkan Hamba Dengan Cinta-Mu.
Wafatkan Hamba Dengan Cinta-Mu.
Bangkitkan Hamba Dengan Cinta-Mu.

Ya Allah.
Liputilah Hamba Selalu Dengan CintaMu,
Cinta-Mu Lebih Hamba Cintai Dari Semua Cinta,
Keluarkan Semua Cinta Dari Hati Hamba Selain Cinta-Mu..

Ya Allah,
Tiada Kata Yang dapat Hamba Ungkapkan Untuk Menyatakan Cinta Hamba Kepada-Mu..
Terimalah Cinta Hamba Dan Balaslah Dengan Cinta-Mu. Aamiinn Yaa Robbal 'Aalamiin !!!!!

Wallahu A'lam.
Doakan istiqamah serta Sehat wal Afiat.
Wassalam USM. (Ustaz Sihabuddin Muhaemin).

Catatan:
ILMU ITU MILIK ALLAH SWT UNTUK DISEBARKAN.
Sila KONGSIKAN Dengan Sesama SAUDARA
(Shah Alam, Rabu 23 Sya'ban 1436 H).

Comments